Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

Menjadi Muslimah Negarawan


Disari dari buku Menjadi Muslimah Negarawan


A.    Sebuah Cita-cita

Cita-cita hasruslah tinggi, luhur dan mulia. Begitu alaminya manusia bercita-cita. Ingin menjadi dokter atau insinyur atau menjadi orang yang berguna bagi masyarakat, bangsa dan agama. Kalimat ini sering kita dengar, meski akhirnya nyaris terdengar klise. Seperti apa bergunanya? Bagaimana mencapainya?
Dalam bercita-cita, banyak dari kita yang harus melalui perjuangan materiiil, pencarian identitas sekaligus pergolakan baton karena mengjadapi benturan nilai dan kejamnya realitas kehidupan modern. Yang akhirnya harus menyerah dengan tuntutan keadaan dan menyisakan sedikit ruang citanya untuk agama.
Cita-cita selalu terkait dengan dua hal yang mendasar dalam hidup, yaitu identitas diri dan makna kesuksesan. Yang semua bermuara di tujuan hidup. Bagaimana kita mematrikan jati diri kita dan bagai mana kita mendefenisikan kesuksesan. Dua hal ini yang menentukan kita mencapai cita-cita di masa depan.
Menurut Ibn Al Qayyim al Jauziyyah, nilai manusia ditentukan oleh apa yang ia cari. Oleh karena itu, apa yang kita cari mencerminkan siapa kita dan dimana kedudukan kita. Apa yang kita cari apakah besar, kecil, agung, remeh, atau hina itu pula yang mencerminkan diri kita. Maka, orang yang berjiwa besar akan bercita-cita dan mencari hal-hal besar. Orang-orang kerdil akan mencari hal-hal yang kecil. Begitu juga orang yang agung dan mulia, akan mencari yang agung dan mulia, begitupula sebaliknya.
Seorang muslimah yang sadar, pasti merasakan bahwa kehidupan modern hari ini adalha bentukan dari peradaban barat yang memuja sekularisme sebagai asas dan kapitalisme sebagai penggeraknya yang menjadikan kesenagan dan materi sebagai standar kesuksesan. Yang berakibat fatal kepada seluruh muslim dan muslimah. Yaitu mengerdilkan cita-cita hanya sebatas mendapat pekerjaan sekaligus mengerdilkan banyak harapan orang tua akan masa depan anak-anak mereka. Dalam kapitalisme, profil perempuan sukses adalah mereka yang mapan dalam karir, finansial dan keluarga. Nyatanya, hal itu hanyalah ilusi kesuksesan pribadi yang bisa diperoleh jika kita fokus pada diri dan keluarga sendiri dan mengabaikan penderitaan orang lain.
B.     Cita-cita umat terbaik
Umar ibn Al Khattab berkata, “Jangan lah engkau sekali-kali berobsesi rendah. Sesungguhnya saya belum pernah melihat orang yang paling kerdil dari pada orang yang berobsesi rendah.”
Dimasa keemasan Islam telah kita lihat bagaimana generasi yang memiliki cita-cita besar Rasulullah meruntuhkan imperium terbesar dan menaklukkan dua negara adi kuasa (Romawi dan Persia). Dizaman mereka juga penaklukan Maroko, Spanyol, India dan lain-lain telah terjadi. Dan Allah telah benar-benar memerintahkan kita untuk bercita-cita tinggi, dalam Qs. Al Furqan; 24. Juga dalam hadist Rasulullah,
“Jika engkau meminta surga, mintalah surga firdaus karena firdaus adalah surga yang paling tinggi.” (Mutafaqqun Alain)
Diriwayatkan dari Abi Zinad dari ayahnya, ia berkara:” Suatu hari berkumpul di hijir (Ismail) beberapa pemuda saleh, yaitu Mus’ab ibn Zubair ,Urwah ibn Zubair, Abdullah ibn Zubair, Abdul Malik ibn Marwan dan Abdullan ibn Umar ibn Khattab. Salah seoarang dari mereka berkata kepada sahabatnya, “Marilah kita bercita-cita”. Maka Abdullah ibn Zubair berkata: “ Aku ingin menguasai kedua tanah haram (Mekah dan Madinah) dan menjadi seorang khalifah”. Abdul Malik bin Marwan berkata, “Adapun saya, bercita-cita menguasai segenap bumi dan menjadi khalifah setelah Muawiyah”. Urwah ibn Zubair menyusul, “Saya memiliki cita-cita yang berbeda, saya ingin diberi zuhud didunia dan memperoleh surga di akhirat. Saya juga ingin menjadi ulama panutan”. Dan yang terakhir, Abdullah ibn Umar ibn Khattab berkata,” Saya hanya mengharap ampunan dari Allah”. Perawi berkata “Kemudian hari demi haripun berlalu, sampai semua mereka memperoleh apa yang mereka cita-ciitakan”. Dan mudah-mudahan Abdullah ibn Umar sudah mendapatkan ampunan Allah.
            Cita-cita kepemimpinan yang dicontohkan oleh generasi sahabat dan para pemimpin Kulafahur Rasyidun adalah cita-cita besar yang melampaui profesi apapun. Cita-cita besar yang terpancar dari pemikiran politik Islam. Islam meletakkan landasan nilai yang sangat berbeda secara diametral dengan Kapitaliesme karena Islam menjadikan keimanan kepada al Khaliq dan Aqidah Islam sebagai landasan peradabannya. Ketakwaan sebagai konsep kehidupannya dan ridha Allah sebagai makna kebahagiaan.
            Profesi dalam Islam adalah bukan segala-galanya. Menjadi profesional tidak berarti membuat umat Islam melupakan identitas hakikinya sebagai hamba Allah, juga tidak boleh melalaikan peran utamanya sebagai seoarang da’i/dai’yah yang melakukan perbaikan dan amar maruf nahi mungkar ditengah masyarakat. Ibadan sebagai misi penciptaan manusia itulah fokus dari tatanan masyarakat Islam.
            Menjadi dokter, insinyur, guru ahli komputer dan sebagainya adalah atribut sekunder dalam masyarakat Islam. Semua profesi itu bukanlah termasuk uluwwul himmah (cita-cita yang tinggi), karena cita-cita yang tertinggi seorang munslim kembali pada identitas hakikinya yakni hamba Allah yang mempunyai kawajiban menegakkan kalimat Allah dimuka bumi ini serta memiliki tanggung jawab yang besar terhadap umat Muhammad saw.
            Aqidah Islam menjadi driving intergrative motive atau motivasi integral untuk menjadi profesional, bukan semata karena materi. Ditambah lagi di dalam Islam seorang muslim mempunyai kewajiban-kewajiban yang diembannya dalam seluruh aspek kehidupannya. Sejaland engan kaudah ushul “al ashlu fi al af’al at-taqayyud bihukmi asy-syar’i yang berarti bahwa hukum asal suati perbuatan adalah terikat dengan hukum syara’: wajib, sunah, mubah, makruh, atau haram. Maka apapun aktifitas seorang muslim harus terikat dan tuduk pada hukum syariat, termasuk profesinya.
            Disisi lain, sistem Islam yang garis politik ekonominya memiliki tujuan mendasar agar negara hadir untuk memenuhi kebutuhan pokok setiap individu masyarakat, dilengkapi dengan kokohnya akidah Islam dalam diri setiap muslim yang membangun keyakinan akan rezeki akan menciptakan generasi yang kebal virus pragmatisme hingga tidak ada penghalang antara cita-cita besar yakni cita-cita kepemimpinan atas umat Muhammad saw.
            Walhasil, peradaban Islam telah terbukti mewariskan cita-cita besar umat Islam, laki-laki dan perempuan, muslim dan muslimah dengan memberi mereka peran sebagai umat terbaik dan pemimpin dunia pembagun peradaban yang menyebarkan Islam sebagai rahmat semesta alam.

C.     Mengambil Peran Besar
Kondisi ymat hari ini yang ditimpa kemnunduran dan terpecah belah akibat hancurnya kepemimpinan politik umat Islam seharusnya membuat kita berpikir. Runtuhnya institusi Khilafah Usmani tahun 1924 telah membuat kemunduran luar biasa, bahkan secara mental banyak putra-putri umat untuk bercita-cita besar saja tidak berani. Memang, generasi ini terpisah jarak belasan abad dengan generasi awal Islam. Bahkan tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah saw, namun kita tidak boleh lupa bahwa Rasul telah mewariskan kita sebuah risalah kenabian yang sempurna, tidak hanya mengatur hubungabn personal dan keluarga, tapi juga telah mewariskan peradaban lengkap dengan tatanan sistemnya. Rasul bahkan telah mewariskan bagaimana kehidupan bernegara itu sejatinya diatur untuk memimpin peradaban  untuk menyebarkan Islam sebagai rahmat ke seluruh alam.
Maka, kualifikasi tertinggi agar mampu mengemban peran besar dan cita-cita kepemimpinan atas umat Muhammad saw adalah kualifikasi seorang negarawan, sebagaimana paradigma politik Islam untuk melayani urusan umat. Dalam buku Pemikiran Politik Islam karya Abdul Qadim Zallum digambarkan dengan jelas bagaimana sosok negarawan itu adalah pemimpin politik tertinggi, namun negarawan tidak selalu menjadi pejabar atau tidak semua pejabat adalah negarawan. Negarawan adalah pemimpin kultural yang siap untuk menjabar, meskipun tidak harus menjabat,. Negarawan adalah pemimpin yang kreatif dan inovatif. Berani bertindak solutif saat yang lain tidak berani.
Maka, dengan bahasa lain sosok negarawan adalah ia yang memiliki kapasitas agency sebagai pemimpin perubahan dengan ciri-ciri:
1.      Memiliki mentalitas pemimpin (leadership) atau kepribadian kepemimpinan (syakhsiah qiyadah)
2.      Mampu mengatur urusan kenegaraan, artinya mampu berpikir skala sistem (tidak parsial atau sektoral)
3.      Mampu menyelesaikan permasalahan atau mu’alajah musykilah
4.      Mampu mengendalikan hubungan pribadi dan urusan umum alias harmonisasi kehidupan pribadi dan dakwah.

D.    Menjadi Muslimah Negarawan
Allah telah menganugerahkan akal pikiran yang sama antara muslim dan muslimah. Hal tersebut akan mampu menjadikan perempuan memiliki kapasitas berpikir yang tinggi, bahkan yang tertinggi, yakni Pemikiran Politik. Meski Syariah Islam membatasi peran perempuan dalam politik pemerintahan, bukan berarti kapasitas pemikiran dan kenegarawanannya dihambat dan dibatasi. Syariah Islam justru mmeberi peran besar bagi kaum muslimah yakni sebagai penjaga peradaban Islam dalam kapasitasnya sebagai ilmuan, penggerak opini dakwah dan ibu generasi.
Dalam kapasitas pemikiran, Islam tidak pernah membatasi muslimah menuntut ilmi dan membangun pemikiran yang tinggi, bahkan pemikiran politik internasional. Baik laki-laki maupun perempuan diberi hak dan kewajiban yang sama dalam menuntut ilmi, mendalami tsaqofah Islam, memperkaya wawasan dan mengamalkan ilmunya untuk umat dan kemuliaan Islam.
Namun, mengenai aktivitas politik kaum Muslimah, Syariah Islam telah memberi perincian, terdapat sebagian aktivitas yang sama dengan laki-laki, namun sebagian berbeda dan dibatasi. Allah berfirman dalam QS. At Taubah; 71 yang artinya:
Orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan kemarufan dan mencegah kemungkaran.
Ayat ini menjelaskan secara lebih spesifik dengan penyebutan laki-laki muslim dan perempuan mukmin untuk melakukan salah satu bentuk aktifitas politik, yaitu amal ma’ruf nahi mungkar. Ayat ini lebih mempertegas lagi bahwa sebagai bagiand ari masuarakat, laki-laki dan perepuan sama-sama memiliki kewajiban berdakwah melakukan amar makruf nahi mungkar yang termasuk dalam aktivitas politik.
Namun, keterlibatan perempuan dalam aktivitas politik bukanlah agar mereka dapat menguasai posisi tertentu dalam masyarakat atau agar suara mereka didengar oleh umat. Tetapi, harus dipahami bahwa esensi koprah politik perempuan adalah sebagai bagian dari kewajibannya yang datang dari Allah swt. Sebagai suatu bentuk tanggung jawabnya terhadap masyarakat yang terdiri atas perempuan dan laki-laki; bukan masyarakat laki-laki atau masyarakat perempuan secara terpisah.
Aktivitas politik perempuan dalam Islam yang utama dan sama dengan kaum laki-laki adalah hal dna kewajiban baiat kepada khalifah, hal memilih dan dipilih menjadi anggota majelis umat, kewajiban menasehari dan mengoreksi penguasa, dan kewajiban menjadi anggota partai politik. Namunn, diatas semua itu, Islam menetapkan dua peran penting perempuan, yaitu sebagai ibu dan pengelola rumah. Dalam Muqadimah Dustur Bab “Nidzam Ijtima’i” dinyatakan bahwa hukum asal perempuan dalam Islam adalah ibu bagi anak-anak dan pengelola rumah suaminya. Ia adalah kehormatan yang wajib dijaga.
Perlu dipahami, disini bahwa peran perempuan sebagai istri dan ibu sesungguhnya juga merupakan peran politis. Peran utama dan strategis bagi perempuan adalah sebagai ummurarabatul bait sebagai pencetak generasi, sehingga terlahir generasi yang berkualitas prima, sebagai pejuang-pejuang Islam yang ikhlas. Hal ini tidak lain karena Islam sanat dmenjaga kemuliaan dan ketinggian martabat perempuan, Allah swt, Sang Pembuat hukum dan Pencipta manusia sangat memahami apa yang terbaik bagi manusia.Baik laki-laki maupun perempuan.
Disamping itu Islam telah memberikan pejelasan tentang aktivitas politik yang tidak diperkenankan bagi perempuan, yaitu aktivitas-aktivitas yang termasuk dalam wilayah kekuasaan/ pemerintahan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan wilayah kekuasaan adalah wilayah pengaturan urusan umat yang dilakukan secara langsung dan menyeluruh, misalnya menjadi penguasa atau kepala negara. Penguasa dipandang sebagai orang yang bertanggungjawab penuh secara langsung dalam mengurusi urusan umat. Dalam sistem islam, jabatan penguasa mencakup khalifah (kepala negara), muawwin tafwidh, (pembantu khalifah dalam urusan pemerintahan), wali (kepala wilayah), Dan amil (kepala daerah). Rasulullah saw telah bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abi Bakrah: “tidak akan pernah menang suatu kaum yang menyerahkan urusan (kekuasaan) kepada perempuan”. [HR. Bukhari]
Islam telah mengharamkan jabatan kekuasaan bagi perempuan dan mengkhususkannya bagi laki-laki bukan berarti menjadikan perempuan sebagai warga negara kelas dua. Justru karena melihat ada peran strategis yang diberikan kepada kaum Muslimah, yang tidak akan pernah bisa dilakukan kaum laki-laki, yakni peran sebagai ibu dan pendidik genreasi, yang sangat menentukan masa depan Islam dan kualitas peradaban.
Gambaran kiprah politik muslimah diatas semakin menunjukkan peran yang besar, strategis dan berkelanjutan dari kaum merempuan dalam masyarakat Islam. Peran politiknya tidak dibatasi oleh sekedar jabatan atau kekuasaan, tapi menentukan masa depan Islam dan kualitas peradabannya. Matriks peran politik muslimah yang dilandasi paradigma dan praktek politik islam justr mendorong kaum muslimah agar memiliki kapasitas kenegerawanan tanpa harus terlibat mutlak dalam politik praktis atau pemerintahan, sebaliknya justru memberi energi besar pada peran sejati muslimah yang mampu membuatnya bermain lintas dimensi dan lintas skala, baik secara kultural di masyarakat ataupun struktural di pemerintahan, baik di keluarga dengan anak-anaknya maupun di tenagh publik sebagai pemikir dan pegiat dakwah dan opini Islam. Karena itu jelaslah bahwa peran strategis yang lintas dimensi dan lintas skala ini, membutuhkan kapasitas pemikiran politik dan kenegarawanan kaum muslimah.
Perempuan memiliki tiga tantangan demi mencapai cita-cita besar sebagai Muslimah Negarawan, yaitu; Intelektual Peadaban, Penggerak Opini dan Ibu Generasi Penakluk. Untuk menjawab tiga tantangan ini tentu membutuhkan dukungan lingkungan yang kondusif. Lingkungan yang kondisif di sini maksudnya adalah lingkungan dimana pemikiran politik Islam itu dihidupkan, dikaji dan terus digunakan dalam membedah persoalan umat. Lingkungan politik yang menjadi inkubator bagi para negarawan, pelaku perubahan hakiki yang akan mengembalikan kehidupan Islam dan kepemimpinan politik bagi umat Islam.
Langkah pertama untuk mewujudkan lingkungan politik Islam adalah dengan cara membetnuk sekelompok orang yang senantiasa menghikuti berita, aktivitas dan peristiwa politik di dunia. Para politisi ini mengikuti berbagai berita dan aktivitas politik di dunia dengan maksud agar dapat memahaminya, kemudian berupaya mengurus kepentingan umat sesuai dengan pemahaman tersebut dan berlandaskan sudut pandang Islam.
Langkah berikutnya, harus ada upaya mengikuti dan menganalisis berbagai berita dan peristiwa politik, sehingga dapat membangun lingkungna politik. Karena kalau tidak, maka orang-orang yang pernah terlibat dalam lingkungan politik kufur dan mampu bertahan hidup, akan lebih mampu memimpin, menciptakan dan memasuki berbagai lingkungan politik. Bila demikian, maka bibit-bibit kehancuran negara sudah tercipta sejak awal negara itu berdiri. Selanjutnya, ia harus memberikan pendapatnya tentang berita dan aktivitas politik kepada umat dan pendapat tersebut harus berasal atau berlandaskan sudut pandang tertentu tentang kehidupan.
Lingkungan politik adalah kondisi dimana terdapat suati kelompok manusia yang selalu menyediakan waktu dan tenaga utnuk bisa menganalisis dan bertukar pandangan tentang pemikiran politik diantara mereka. Lingkungan politik yang paling mudah dibentuk adalah rumah/ keluarga. Sejarah mencatat begitu banyak negarawan muslim yang lahir dari lingkungan politik keluarga. Syaikh Taqiuddin an Nabhani adalah politisi ulung yang terbentuk dari lingkungan politik  keluarga, melalui pengaruh kakeknya Yusuf an Nabhani.
Selain itu, negarawan muslim juga harus memiliki mentalitas yang dibagun dengan kaidah berpikir dan kaidah beramal tertentu.Kaidah berpikir (qaidah fikriyyah) digambarkan ibarat terbang di alam (suasana) yang lebih tinggi dari masyarakat dan mampu melihat realitas masa depan yang harus dicapai dengan menjadikan realitas sebagai objek pikiran untuk diubah sesuai dengan ideologi. Tidak mejadikan realitas sebagai sumber pemikiran dengan cara mencocokkan ideologi dengan kenyataan. Dengan kata lain, negarawan muslim akan melihat apa yang ia yakini, bukan meyakini apa yang ia lihat.
Muslimah negarawan akan selalu berusaha mengubah, membentuk serta menundukkan keadaan sesuai dengan kehendak mereka agar keadaan itu sesuai dengan ideologi yang mereka yakini, bukan sebaliknya, yakni menyesuaikan ideologi dengan keadaa. Muslimah negarawan juga memiliki kebiasaan mencintai ilmu dan tsaqofah Islam, selalu fokus memikirkan umat dan mengikuti berita seputar yang menimpa umat, memiliki tradisi diskusi dan terbiasa saling melempar analisis serta memiliki tradisi menulis.
Karena itu, seorang muslimah negarawan harus bersiap dan melakukan persiapan lebih untuk mewujudkan cita-citanya. Dan tentu, untuk membangun dan menegakkan sebuah peradaban yang mulia, ada begitu banyak persiapan yang harus kita lakukan sejak hari ini. Termasuk membangun kapasitas seorang negarawan bagi para muslimah pengemban dakwah Islam dan pelaku penggerak perubahan. 

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang salih diantara kalian bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaiamnaa dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah di ridhoiNYa untuk mereka. Dan dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan, menjadi aman sentosa [TQs. An Nur;55]

Jumat, 01 Mei 2015

BENARKAH KHILAFAH HANYA 30 TAHUN?

Oleh: Choirul Anam
Banyak orang beranggapan bahwa tegaknya Khilafah itu mustahil, dan juga tidak ada dalilnya. Salah satu argumentasi yang digunakan adalah adanya dalil yang mengatakan bahwa Khilafah itu hanya 30 tahun.
Benarkah seperti itu?
Di sinilah pentingnya kita mengkaji dalil-dalil yang ada secara komprehensif. Kita tidak boleh berdalil hanya dengan satu dalil, lalu mengabaikan dalil-dalil lain yang ada. Kita harus hadirkan seluruh dalil yang ada, lalu dipahami dengan kaidah ushul fiqih yang benar. Dan tentu saja, kita tidak boleh memiliki kepentingan pribadi dalam rangka memahami dalil-dalil syariah. Jika dalam memahami dalil, kita mengedepankan kepentingan, itu artinya kita telah diperdaya oleh hawa nafsu.
Memang, tidak dipungkiri ada dalil-dalil yang tampak bertentangan satu dengan yang lain. Namun, sebenarnya tidak ada pertentangan diantara dalil. Pertentangan itu terjadi karena kita tidak memahami hakikat dalil itu sendiri. Kita sering tidak memahami maksud sebenarnya dari dalil-dalil tersebut. Terkadang kita tidak memahami benar asbabul wurud, dari dalil-dalil yang ada, dan lain sebagainya. Karena itulah, tampak oleh kita, ada beberapa dalil yang kelihatan bertentangan.
Untuk itulah, kemudian para ulama merumuskan kaidah dalam menyikapi beberapa dalil yang tampak bertentangan. Akhirnyanya muncul ilmu Tarjih. Ilmu ini adalah ilmu yang sangat penting, namun hampir-hampir dilupakan oleh sebagian umat Islam.
Diantara salah satu kaidah dalam tarjih adalah, jika ada dua dalil yang tampak bertentangan, maka dalil yang satu dimaknai bahasa dan yang satu dimaknai syar’i. Jika hal tersebut bisa dilakukan maka, itulah yang sebaiknya dipilih. Itulah salah cara untuk men-jam’u (mengamalkan dua hadits yang tampak bertentangan).
Namun, jika hal itu tetap tidak bisa dilakukan, maka dilakukan beberapa pendekatan tarjih. Misalnya, Pertama: jika ada dua dalil yang periwayatnya adalah pelaku, sementara yang lain diriwayatkan oleh bukan pelaku, maka dimenangkan (di-rajihkan) yang diriwayatkan oleh pelaku. Kedua: jika ada dua dalil yang tampak bertentangan yang tak mungkin digunakan semuanya, namun diketahui mana yang lebih dahulu dan mana yang lebih akhir, maka dimenangkan (dirajihkan) yang akhir. Ketiga, jika ada dua dalil yang bertentangan yang tak mungkin digunakan semua, yang satu mengatakan terjadi suatu kejadian, tetapi yang lain mengatakan tidak terjadi suatu kejadian, maka yang dimenangkan (yang rajih) adalah yang mengatakan terjadinya suatu kejadian. Dan lain-lain. Jadi, tarjih itu dilakukan, jika memang dua dalil atau lebih, yang bertentangan terbukti keshohihannya. Namun, jika yang bertentangan shohih dan tidak shohih, maka yang dimenangkan jelas yang shohih.
*****
Terkait dengan dalil tentang Khilafah, memang ada dalil yang mengatakan bahwa Khilafah hanyalah 30 tahun. Namun, jika kita teliti ternyata banyak hadits lain yang menjelaskan bahwa Khilafah itu bukan hanya 30 tahun, tetapi bahkan di akhir zaman pun ada Khalifah.
Diantara hadits tersebut adalah hadits shohih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab beliau Shohih Muslim, Hadits 2914. Berikut ini terjemahan haditsnya:
Telah menceritakan kepada Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepadaku Abdush Shomad bin Abdul waris, telah menceritakan kepadaku bapaku, telah menceritakan kepada Dawud, dari Abu Annadrah, dari Abi Said dan Jabir bin Abdillah. Keduanya berkata: Rasulullah bersabda: “Di akahir zaman akan ada Khalifah yang akan membagikan uang yang jumlah tidak terhitung”.
Hadits ini dengan tegas menjelaskan bahwa di akhir zaman akan ada Khalifah yang sangat baik dan dengan kemakmuran yang sangat tinggi, sehingga Khalifah itu membagikan dan menyediakan kesejahteraan kepada rakyatnya.
Jika dicermati, hadits ini tampak bertentangan dengan hadits yang mengatakan bahwa Khalifah hanya 30 tahun. Bagaimana caranya men-jam’u (menggunakan kedua hadits ini). Men-jam’u dua hadits yang tampak bertentangan harus dilakukan sebelum dilakukan tarjih. Jika men-jam’u tidak mungkin dilakukan, baru dilakukan tarjih. Konsekuensi dari tarjih adalah: digunakannya dalil yang dimenagkan (rajih) dan ditinggalkannya dalil yang dikalahkan (marjuh).
Dan ternyata, dua hadits tersebut dapat dijam’u. Dengan men-jam’u dua hadits tadi, maka dapat dipahami seperti ini: Bahwa hadits yang menyatakan bahwa Khalifah hanyalah 30 tahun, itu yang dimaksud adalah Khulafa’ur Rasyidin. Dan tentu saja, hadits tersebut tidak menafikan Khalifah-khalifah lain pasca Khulafa’ur Rasyidin.
Setelah Khulafa’ur Rasyidin masih banyak Khalifah yang lain, meskipun mungkin di suatu waktu bisa jadi Khalifah itu tidak ada. Tetapi yang jelas, sebagaimana disebut dalam hadits riwayat Imam Muslim, bahwa di akhir zaman akan ada Khalifah dengan sifat-sifat yang disebut Rasulullah di dalam hadits shohih tersebut.
Inilah yang dipahami oleh para ulama. Tidak ada ulama yang menafikan Khalifah-khalifah pasca Khulafa’ur Rasyidin. Hanya saja, mereka memang memahami bahwa dalam beberapa hal, para Khalifah pasca Khulafa’ur Rasyidin memang tidak se-ideal Khulafa’ur Rasyidin.
Para ulama menamakan para Khalifah dalam masa 30 tahun dengan nama Khulafa’ur Rosyidin, dan pasca 30 tahun cukup disebut Khalifah dan jamaknya adalah Khulafa’, tidak ada tambahan kata Rosyidin di belakangnya.
*****
Dengan demikian, pihak-pihak yang mengatakan bahwa Khalifah hanya 30 tahun, selanjutnya tidak ada Khalifah lagi, justru terjebak pada cara berpikir sempit dan memanfaatkan satu hadits hanya untuk kepentingannya sendiri. Cara berpikir itu sama sekali tidak menggunakan kaidah yang benar dalam berijtihad atau beristidlal.
Wallahu a’lam.

Penulis : https://www.facebook.com/choirul.anam.94617

Rabu, 22 April 2015

Panglima Perang Terbaik

1. Khalid Bin Walid Khalid ibn al-Walid (584 – 642)
Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafa ArRasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-pangli­­ma perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya.
2. Muhammad Al-Fatih ( Mehmed II )
Sultan Mehmed II atau juga dikenal sebagai Muhammad Al-Fatih juga dikenal sebagai el-Fatih, “Sang Penakluk”. Kejaya­­annya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik & strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tenteranya. Ia merupakan anak didik Syekh Syamsuddin yang masih merupakan keturunan Abu Bakar As-Siddiq.
3. Salahuddin Ayyubi ( Saladin ) Salahuddin Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din (1138 – 4 Mac 1193)
Adalah seorang jeneral dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit (daerah utara Iraq sekarang). Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Syria, sebahagian Yaman, Iraq, Mekah Hijaz dan Diyar Bakr. Salahuddin terkenal di dunia Muslim dan Kristen karena kepemimpinan, kekuatan tentera, dan sifatnya yang satria dan pengampun pada saat ia berperang melawan tentara salib. Sultan Salahuddin Al Ayyubi juga adalah seorang ulama. Ia memberikan catatan dan berbagai macam penjelasan dalam kitab hadits Abu Dawud.
4. Abu Ubaidah bin al-Jarrah
Abu Ubaidah bin al-Jarrah adalah Muhajirin dari kaum Quraisy Mekah yang termasuk antara yang paling awal memeluk agama Islam. Ia ikut berhijrah ke Habasyah (saat ini Ethiopia) dan kemudian, beliau berhijrah ke Madinah. Ia mengikuti setiap pertempuran dalam membela Islam. Setelah wafatnya Nabi Muhammad saw, beliau merupakan salah satu calon Khalifah bersama dengan Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Setelah terpilihnya Abu Bakar sebagai Khalifah, beliau dilantik untuk menjadi panglima perang memimpin pasukan Muslim untuk berperang melawan kerajaan Rom. Beliau meninggal disebabkan oleh wabak penyakit.
5.Sa’ad bin Abi Waqqas
Sa`ad bin Abī Waqqās merupakan salah seorang yang awal masuk Islam dan salah satu sahabat penting Muhammad. Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis saat memimpin pasukan Islam melawan tentara Persia di Qadissyah. Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.
6. Tariq Bin Ziyad
Tariq bin Ziyad, dikenal dalam sejarah Sepanyol sebagai legenda dengan sebutan Taric el Tuerto (Taric yang memiliki satu mata), adalah seorang jeneral dari dinasti Umayyah yang memimpin penaklukan muslim atas wilayah Al-Andalus (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) pada tahun 711 M.
7. Syurahbil bin Hasanah (583-639)
Adalah sahabat Muhammad saw. Dia merupakan salah satu komander terbaik dalam pasukan Rasyidin, bertugas di bawah Khalifah Rasyidin Abu Bakar dan Umar bin Khattab. Dia merupakan salah satu komander lapangan utama selama penaklukan Muslim di Syria, bertugas sejak tahun 634 hingga kematiannya pada tahun 639 akibat wabak.
8. Abdullah bin Aamir
Abdullah bin Aamir adalah gabenor Busrha (647–656) dan merupakan jeneral tentera yang sangat berjaya pada masa pemerintahan Khalifah Rasyidin Othman bin Affan. Dia terkenal atas kehebatannya dalam pengurusan ketenteraan.
9. Amru Bin Ash
Pada awalnya beliau pernah mengambil bahagian dalam peperangan menentang Nabi Muhammad SAW dan kaum Muslim namun masuk Islam bersama Khalid bin Walid. Enam bulan setelah memeluk Islam, beliau bersama Rasulullah SAW menakluk Mekah dalam peristiwa Fathul Mekkah. Ia adalah panglima perang yang bijak dalam mengatur strategi perang.Beliau adalah panglima perang yang menaklukan Baitul Maqdis dan Mesir dari cengkaman Romawi. Ia kemudian dilantik sebagai gabenor Mesir oleh Umar bin Khattab, tetapi kemudian dipecat oleh Khalifah Usman bin Affan. Selanjutnya Muawiyah bin Abu Sufyan melantik kembali beliau menjadi gabenor Mesir. Panglima Amru mengerahkan tentera agar menjujung Al Quran dihujung tombak, ia menggunakan cara ini dalam pertempuran dengan Ali bin Abi Thalib agar Ali bin Abi Thalib menghentikan serangan. 

Sabtu, 11 April 2015

Fenomena Gunung Warna-warni yang telah diceritakan dalam Al Quran




Seperti halnya Surat Ar-Rahman 19-20 yang menyebutkan fenomena alam berupa pertemuan dua lautan yang tidak bercampur; ternyata fenomena gunung berwarna-warni yang difirmankan Allah dalam Surat Al Fathir 27, pun benar adanya.
Meskipun demikian,mungkin masih banyak orang yang belum mengetahui fenomena alam yang indah berupa gunung-gunung yang berwarna-warni tersebut ditemukan berada di dua negara.
Pertama,Gunung yang terletak di Zhangye Danxia, provinsi Gansu, Cina, tampak seperti hamparan pelangi karena itu orang menyebutnya ‘rainbow mountain’.
Gunung pelangi seluas 300 kilometer persegi ini merupakan bagian dari Zhangye Danxia Landform Geological Park yang terletak di provinsi Gansu, China.
Bukit dan lembahnya terdiri dari lapisan warna merah, biru, hijau zamrud, coklat, dan kuning.
Meskipun demikian, di sana tidak ditemui tumbuhan atau hewan apapun karena kondisi tanahnya yang tandus.

Fenomena alam yang menakjubkan ini merupakan contoh geomorfologi petrografi yang terbentuk karena kondisi lingkungan.

Menurut Telegraph, warna-warni perbukitan yang menakjubkan tersebut berasal dari batuan pasir merah dan mineral yang terbentuk sejak Periode Kapur, tepatnya 24 juta tahun lalu.
Gunung ini akan menampilkan pola warna yang berbeda-beda, tergantung pada kondisi cuaca dan pencahayaan matahari. Warna-warni gunung ini akan semakin kontras jika turun hujan pada hari sebelumnya.
Saat gunung ini pertama kali diketahui khalayak melalui foto yang beredar di dunia maya, banyak yang beranggapan kalau pola pelanginya merupakan hasil rekayasa komputer. Tetapi sekarang Zhangye Danxia Park menjadi salah satu objek wisata paling dicari di China.

Kedua, gunung warna warni serupa juga di Islandia. Menurut situs Atlas of Wonders, Brennisteinsalda adalah bukit dengan kondisi alam unik yang terdapat di Landmannalaugar, Islandia. Bukit ini merupakan bagian dari Fjallabak Nature Reserve.
Tanah di perbukitan ini mengandung sulfur, sesuai dengan namanya yang berarti ‘gelombang sulfur’.
Bukit di Brennisteinsalda memiliki warna-warni yang menakjubkan, yaitu hijau, hitam, merah, kuning, dan biru. Warna hitam dan biru berasal dari lava dan abu. Warna merah berasal dari kandungan besi pada tanah yang meliputi gunung. Sementara nuansa hijau berasal dari lumut yang melapisi bebatuan di sana.
Gunung ini merupakan salah satu tempat dengan pemandangan alam paling indah di Islandia. Karena itu gambarnya sering muncul di berbagai majalah dan kalender.

Apakah Nabi Muhammad SAW pernah ke Cina atau Islandia? 
Tentu saja tidak pernah sama sekali. Tiada lain, informasi tersebut bersumber dari wahyu Allah Ta’ala semata. Al-Qur’an telah menginformasikan fenomena alam gunung warna warni tersebut sejak 14 abad yang lalu.
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ
Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. (QS. Al-Fathir: 27).
Dengan demikian, semakin jelas bahwa Al-Qur’an bukanlah karya dari Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melainkan wahyu dari Allah. Al-Qur’an juga mukjizat mankjubkan yang akan terus terungkap, diantaranya lewat ilmu pengetahuan hingga akhir zaman. Subhanallah… Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Wallahu a’lam bish shawab. [AW/dbs]

 sumber : Panjimas.Com

Rabu, 25 Maret 2015

April Mop itu...

            Tahu Spongebob? Yah, pasti gak asing lah ya dengan makhluk aneh satu ini. Saat saya ingin menulis tentang April Mop, Saya teringat pada candaan saling berbohong antara Spongebob dan Patrick dalam kartun Spongebob Squarepants. Sekitar lima atau enam tahun yang lalu saya menonton film ini dan untuk pertamakalinya tahu tentang April Mop. Bahwa pada tanggal 1 April, diperbolehkan saling membohongi teman, keluarga dan lain-lain.  Yah, emang secara langsung tidak berpengaruh. Saya ikut-ikutan? yah tidak. Hanya, yang terpikirkan bahwa perayaan ala barat itu aneh-aneh. Entah itu Aprilmop, Hallowine, Valentine, White day dan lain sebagainya.
            Tertarik ingin menulis tentang April Moop sebab bunda wakil kesiswaan sekaligus guru agama in the school SMPN 17 Mandau mengingatkan. Agar anak-anak tidak ikut-ikutan. Sebab saat ini, seluruh siswa (rata-rata) pasti memiliki facebook, twitter dan medsos lainnya. Dan pastinya info semakin mudah tersebar. Jika ada satu yang iseng-iseng bikin surprise dengan membohongi, yang lainnya mesti ikut-ikutan. Maklum saja, remaja sekarang banyak yang jadi bebek gituh! Padahal, kebanyakan mereka tidak paham dengan hantu apa yang ada dibalik april mop.
            Dengan latar belakang keisengan dan seru-seruan, bisa jadi satu persatu ikut-ikutan bikin lelucon kebohongan ala April Mop. Meski sebetulnya April mop gak begitu familiar, namun ada saja terkadang orang-orang membuat lelucon iseng. Nah, biar makin banyak yang gak iseng-iseng lagi tanpa ilmu, yok selesaikan membaca tulisan ini.

BEBERAPA PERISTIWA 1 APRIL
Hm, ternyata Perayaan Aprilmop ini mewabah hampir diseluruh dunia. Berikut peristiwa besar yang pernah terjadi sebagai bukti mewabahnya Aprilmop :
·         Pada tahun 1979, Iran menyatakan bahwa 1 April merupakan Hari Republik. Kabar ini dianggap sebagai lelucon hingga tiga puluh tahun kemudian.
·         Persaingan antara Merger Square dan perusahaan saingannya, Enix, terjadi pada 1 April 2003, dan pada awalnya dianggap sebagai lelucon.
·         Peluncuran Gmail pada April 2004 oleh Google juga awalnya dianggap lelucon, karena Google memang terkenal sering memasang lelucon April Mop pada situs mereka. (www.id.wikipedia.org)
·         Pengumuman kenaikan harga BBM tahun 2012 menyebabkan reaksi penolakan keras dari masyarakat. Kemudian PakPres memutuskan untuk mengundurkan waktu menaikkan BBM dan melihat harga rata-rata minyak Indonesia 6 bulan kedepan. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 1 April membuat masyarakat memandang bahwa ini adalah Aprilmopnya SBY.1





SEJARAH APRILMOP
            Sebenarnya, jika kita klik saja Aprilmop dalam searching google maka yang akan keluar adalah tulisan-tulisan yang mengisahkan sejarah awal aprilmop. Jadi, saya hanya copi paste saja. Yok, simak!


Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop, atau The April’s Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.
Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.
Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur’an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.
Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka. (www.eramuslim.com)

          Hm, setelah baca fakta sejarah diatas nih. Masih sanggupkah iseng-iseng membohongi orang sekitar? Selain nambahin dosa, juga menunjukkan bahwa yang ikutan budaya April Mop adalah follower bebek. Juga bukti bahwa yang ikutan april mop tak peduli dengan Islam. Atau paling tidak kamu gak menunjukkan rasa duka atas kejadian yang mengerikan itu. Dimana hatimu?
            Sebab itu, yuk... Siapapun kamu, yang lagi baca. Jadikan ini sebagai pelajaran. Budaya, perayaan dan peruingatan suatu bangsa sih, emang gak heran banyak ragamnya. Silahkan dikalikan lagi deh dengan jumlah bangsa yang ada di dunia. Subhanallah banyaknya. Hanya saja, jika mau ikut, yah harus tahu asbabul nuzulnya. Apakah itu berkaitan dengan Hadoroh atau tidak. Apakah sesuai dengan standar hidup kita (Islam) atau tidak. Bermanfaat atau tidak. Jika memang ada manfaat, namun bila bertentangan dengan Islam gak usah deh ikutan. Apalagi kalo gak bermanfaat kayak April Mop ini. Lempar ke laut aje... dan jangan lupa untuk ingatkan sodaramu, dakwah gituu... Okeh!


 Sumber:



Sabtu, 14 Maret 2015

Walimahan yang Infishol Tamm

Walimahan (pesta pernikahan) yang terpisah secara sempurna (Infishol Tamm= memisahkan tamu pria dan wanita) ini bisa dikatakan masih ASING bagi sebagian besar masyarakat. Sehingga dianggap, “ini ajaran dari aliran aphaaa?” ~waduh...~
Termasuk saya, baru paham tentang walimahan yang terpisah serta dalil dan penjelasannya saat mengaji di Hizb. Sehingga yang terpikir, apakah bisa menjelaskan kepada keluarga besar. Meski wallahualam waktunya kapan. ~eh curhat (sambil ngarep ortu mbaca, hehe)~
Teringat pada beberapa kesempatan menjadi panitia walimahan teman, sahabat, hingga orang yang tak dikenal. Bersama kawan-kawan lain, saya menjadi panitia ‘spesial’ untuk menjaga keamanan juga prasmanan.
Pada posisi keamanan, tugas panitia adalah agar tamu undangan pria dan wanita tidak bercampur. Yah, meskipun mereka suami istri, rombongan atau bahkan membawa anak kecil.
Super ekstra kerja panitia jika ada tamu yang protes. Ada yang merasa kerepotan menjaga anak, susah menghubungi jika hendak pulang, masalah amplop yang hanya ada satu dan masih banyak lagi.
Lebih lagi jika ada keluarga yang belum sependapat. Terkadang juga sempat berdebat. Jika tak ketemu kata sepakat, akhirnya harus memilih, acara jadi ikhtilat atau keluarga besar meninggalkan tempat.
Bukan hal yang mudah, menjelaskan sesuatu yang belum dikenal masyarakat. Ada yang mengatakan pernikahan adalah acara adat, jangan terlalu banyak masukkan syariat sebab takkan mampu saling terikat.
Paling enak itu jika menjadi panitia pada posisi prasmanan, menjaga makanan. Jika tamu datang, kasi pinggan beri senyuman sodorkan minuman. Selesai. Jika lapar, juga bisa langsung makan apa yang ada dihadapan.
Pesta pernikahan yang terpisah ini jelas bertujuan agar tidak terjadi campur baur. Sebab, pengantinnya menginginkan pernikahan yang syar’i. Agar rumah tangganya SAMAWA dan diridhoi. Agar banyak yang mengamini. Acara berjalan sesuai dengan jalan yang ditunjukkan sang Ilahi.
Beberapa kisah dari para suhu yang telah berpengalaman menjadi pelajaran. Ada yang telah berhasil sukses menjalankan walimahan syar’i tanpa kendala dengan persiapan dan perjuangan yang ketat luar biasa. Ada keluarga yang legowo menerima. Sebab memandang, “toh tak ada ruginya”. Ada masyarakat yang memandang, “ooh... begini ya, pernikahan islami”.
Namun, ada juga yang justru menjadi kisah yang menyedihkan. Keluarga besar marah, tidak setuju dan memilih untuk kembali kerumah masing-masing yang terkadang jauh jaraknya. Juga terkadang undangan tidak banyak yang hadir. Agaknya menganggap yang mengadakan pesta itu adalah pengantin “yang terlalu dalam Islam-nya” atau ada yang bilang “Islam murni” sehingga takut untuk didatangi.
Juga dalam masyarakat yang masih kental rasa “adat dan budaya daerah” sulit menerima. Memisahkan tamu undangan perempuan dan laki-laki yang merupakan pasangan suami istri yang sah adalah suatu hal yang tak dapat diterima dan dicerna oleh akal.
Segala rintangan tersebut bukan suatu yang aneh lagi untuk diterima. Sebab itu adalah salah satu jalan agar keluarga dan masyarakat memahami bahwa pernikahan adalah salah satu syariat Islam yang tentu harus dijalankan sesuai dengan syariat Islam. Infishol Tamm adalah salah satu syariat yg ternyata belum lazim di Indonesia. Juga termasuk di daerah saya.
Dan ini adalah salah satu cara memahamkan sodara sodara yang pada rajin membaca tulisan saya. Teman-teman sekolah, anak didik, adik-adik binaan, keluarga BESAR yang rajin FB-an terutama ORANG TUA. Bahwasanya pernikahan yang terpisah antara tamu perempuan dan laki-laki bukan suatu yang aneh dan ini telah biasa dilaksanakan.

Tuh ada contoh pernikahannya anak Aa Gym yang memang terpisah. (saya tidak membahas masalah pemisahan sempurna dalam foto ini, hanya contoh bahwa HARUS TERPISAH.)
Jika kawan-kawan (juga diri sendiri) sulit mengadakan pesta pernikahan sebab keluarga tak juga paham dan tak setuju, cukuplah dengan mendoa (syukuran sederhana) dirumah. Insyaallah, masyarakat pada umumnya paham, jika mendoa tidak akan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Jika ada keluarga atau persatuan yang menyumbangkan tenda atau dana untuk pesta, maka terimalah dengan syarat akan terpisah. Sebab, ini sering menjadi kendala dalam melaksanakan pernikahan yang syar’ie. Atau bisa juga dimesjid, masyarakat pada umumnya langsung paham. Sederhana, insyaallah lebih berkah. Juga Allah tidak menjadikan walimahan suatu yang menjadikan syarat sah pernikahan.

Sabtu, 24 Januari 2015

Awas! Makanan Haram Beredar Bebas.

Belum lama ini beredar foto seorang wanita berkerudung tampak sedang bersantap di kios bertuliskan siomay cu nyuk. Tak semua orang tahu bahwa cu nyuk berarti babi. Selain itu, istilah apa lagi yang sering digunakan untuk produk babi?

Masuknya budaya asing ke Indonesia memunculkan banyak istilah asing yang belum diketahui. Ketidaktahuan ini bisa menyebabkan konsumsi makanan haram oleh muslim seperti di foto tersebut, meski mungkin tak disengaja.

Karena itu, kenali istilah-istilah yang berkaitan dengan babi dalam Bahasa Inggris berikut:

- Pig: hewan babi, khususnya babi muda dengan berat kurang dari 50 kg
- Pork: daging babi
- Swine: istilah untuk seluruh spesies babi
- Hog: babi dewasa dengan berat melebihi 50 kg
- Boar: babi liar, babi hutan, atau celeng
- Lard: lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan atau kue serta bahan sabun
- Bacon: daging hewan yang diasapi, terutama babi
- Ham: daging paha babi
- Sow: babi betina dewasa (jarang digunakan)
- Sow milk: susu babi
- Porcine: sesuatu yang berkaitan atau berasal dari babi

Jika menemukan istilah-istilah tadi, tak perlu ragu meninggalkan produknya. Gantilah dengan produk sejenis yang sudah bersertifikat halal, misalnya beef bacon (daging sapi) atauturkey ham (daging kalkun).

Anda juga perlu mewaspadai istilah yang biasa terdapat di restoran Asia berikut:

- Bak: Daging babi dalam Bahasa Tiongkok. Misalnya bak kut teh dan bakkwa. Hati-hati, bakso dan bakpaopun bisa menggunakan daging babi.
- Char siu, chashu, cha siu, char siew: Hidangan Kanton berupa daging babi barbecue. 
- Cu nyuk: Daging babi dalam Bahasa Khek/Hakka. Istilah ini digunakan dalam siomay dan bubur.
- Cu Rou: Daging babi dalam Bahasa Mandarin. Sedangkan rou sendiri artinya 'daging'. Misalnya hongshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi. 
- Dwaeji: Daging babi dalam Bahasa Korea. Biasanya istilah ini digunakan sebagai varian bulgogi dan galbi.
- Tonkatsu: Hidangan Jepang berupa ​irisan ​daging babi ​yang di​goreng ​dengan lapisan tepung panir​.
- Tonkotsu: Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi yang direbus berjam-jam.
-​ Butaniku: Sebutan untuk daging babi dalam bahasa Jepang​.
- Yakibuta: Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya untuk topping ramen.
- Nibuta: Hidangan babi berupa pundak babi yang dimasak perlahan dengan sedikit kuah.
- B2: Sebutan untuk makanan berbahan daging babi di daerah Batak dan Yogyakarta.
- Khinzir: Babi dalam Bahasa Arab dan Melayu
sumber: detik.com